My Life, My Adventure, My Education, My Hobby..  
 
  Sandiwara Klasik 06/09/2026 2:02pm (UTC)
   
 

Awal kebencian umat Nasrani dan Yahudi terhadap umat Islam adalah ketika nabi Muhammad SAW. menerima wahyu pertama dari Allah SWT. di gua Hira. Karena mereka takut akan agama mereka anut akan musnah, karena ternyata agama mereka sudah tercemar. Sampai sekarangpun umat Islam mengalami penekanan, fitnah, serta kekejaman dari Negara-negara barat, khususnya Negara-negara Nasrani, seperti Amerika (AS) dan Eropa. Apalagi setelah umat Nasrani mengalami kekelahan di perang Salib. Mereka semakin giat untuk menyerang umat Islam baik didalam (intern) maupun ekstern atau fisik. Untuk mereka, membunuh anak yang beragama Islam adalah kewajiban, maka mereka pun membunuh dengan membabi buta anak-anak dan wanita-wanita yang beragama Islam. Memuncaknya kebencian umat Nasrani terhadap umat Islam adalah pada peristiwa 9 september, yang meruntuhkan 2 menara kembar milik AS. Karena yang disebut-sebut sebagai pakar tindakan terorisme itu adalah Osama bin Laden, yang konon sampai sekarang belum diketahui kebenarannya. Justru terdapat beberapa keganjilan di balik peristiwa tersbut.

Alasan utama orang Nasrani menghancurkan umat Islam adalah karena umat Islam merupakan agama yang benar, dan mereka (orang Nasrani) takut jika banyak pengikut agama mereka akan berpindah agama karena kebenaran. Karena, didalam kitab Injil yang aslipun telah di sebutkan bahwa setelah nabi Isa, akan datang kepada manusia di dunia nabi dan rasul Allah terkahir, yang bernama Ahmad atau Muhammad. Dan disebutkan pula bahwa beliau akan mengajak umat Nasrani ke jalan yang benar. Namun, karena harta dan wanita, maka mereka takut untuk meninggalkan jalan sesat tersebut, malah merekapun menyerang umat Islam secara intern maupun ekstern. Dan juga telah berungkali Allah swt menyebutkan di dalam Al-Quran bahwa umat Islam akan mengalami masa percobaan di akhir zaman.

Hari yang kelam, mungkin itulah ucapan yang dilontarkan sebagian warga AS, setelah 2 pesawat tanpa identitas menabrak gedung kembar World Trade Center (WTC) atau sering disebut dengan gedung pencakar langit tersebut. Banyak yang tidak menyangka bahwa kota yang disebut dengan kota anti peluru dapat kecolongan dengan menabraknya 2 pesawat. Dimana para intelijen Amerika yang disebut-sebut sangat ketat dengan penjagaan keamanan di AS? Apakah mereka tidur? Atau memang alat pendeteksi sedang mengalami kerusakan? Aneh yang kurang masuk akal....

Mungkin inilah awal dari penamaan “Teroris” setelah sebelumnya tidak terdengar kata itu. Dan Osama Bin Laden lah yang mendapatkan gelar tersebut karena dia disebut-sebut berandil besar dalam kejadian itu. Padahal, Osama sendiri telah berkata bahwa dirinya sedikitpun tidak ada hubungan dengan gerakan yang di sebut sebagai jaringan Alkaida tersebut. Malah dia bersyukur atas kejadian tersebut, karena itu merupakan tanda bahwa Amerika harus lebih berhati-hati dalam mengerjakan suatu tindakan yang dapat merugikan banyak manusia, khususnya di negara-negara Arab yang secara terang-terangan di benci oleh Amerika dan sekutunya[1]. Maka tidak heran bahwa Amerika langsung mengirimkan pasukannya ke Afghanistan, walaupun belum disetujui oleh PBB. Di lain pihak, presiden Amerika Serikat George W. Bush mengatakan bahwa tindakan tersebut tidak lain hanyalah untuk memerangi terorisme. Sebab, ini merupakan pelaksanaan program PBB yaitu untuk mendamaikan dunia dan terbebas dari yang namanya terorisme. Oleh karena itu, AS tanpa mandat oleh PBB terlebih dahulu langsung beraksi tanpa memikirkan dampak yang dihasilkan oleh aksi mereka tersebut. Perbuatannya tidak hanya melanggar peraturan PBB, juga melukai orang-orang dewasa, maupun anak-anak kecil bahkan wanita yang tidak bersalah.

Semua negara terutama negara yang bermayoritas Islam membenci dan mengecam tindakan yang telah dilakukan oleh Amerika dan sekutunya itu.

Peristiwa 11 september 2001 itu , merupakan fitnah terbesar bagi umat Islam[2]. Label yang sudah disematkan kepada Islam, bahwa Islam adalah agama teroris diperkuat dengan kejadian yang masih tanda tanya itu. Banyak keganjilan-keganjilan yang dapat kita ambil dari peristiwa tersebut.

Dari bukti-bukti yang ada menunjukan bahwa mereka, para musuh Islam sengaja membuat dan mencari sebuah momen yang tepat untuk bisa menghancurkan Islam. Padahal secara logika saja, dapat kita simpulkan bahwa tragedi yang disebut-sebut sebagai “September Kelabu” tersebut tidak dilakukan oleh umat Islam, bayangkan saja, kalau 2 pesawat tanpa identitas dapat memasuki daerah yang dikenal dunia sebagai daerah anti peluru, anti pembajakan, dan daerah penuh koordinasi satelit tersebut, dapat kecolongan dengan 2 buah pesawat tanpa identitas. Padahal, sebuah pesawat komersial, kecuali pesawat anti radar yang khusus di desain untuk peperangan, memiliki hubungan langsung dengan satelit yaitu menggunakan Radar Transmitter. Walaupun mesin ini di nonaktifkan, atau rusak, tetap saja pesawat dapat terbaca oleh radar yang biasanya terdapat di lapangan terbang (bandara) dari radius 2000 km.[3] Ini baru satu dari banyak bukti bahwa umat Islam di fitnah oleh negara-negara yang membenci agama Islam, terutama Amerika dan sekutunya.

Osama bin Laden bukan warga negara Afghanistan asli, namun mengapa mereka yang diserang? Walaupun benar, warga negara Afghanistan tidak akan menyerahkan begitu saja Osama kepada Amerika dan sekutunya. Karena, beliau merupakan mujahid besar di dunia Islam, mujahid yang berjihad di jalan Allah.

Bukti yang lain adalah, bahwa hasil investigasi Fox News Channel menjelang akhir 2001 menyebutkan, bahwa aksi itu bisa terjadi dengan beberapa syarat, yaitu:

1. Ketepatan waktu

2. Pilihan pesawat yang pas untuk digunakan sebagai rudal jelajah

3. Koordinasi luar biasa rapi dan efektif dalam memilih target

4. serta kemampuan teknis untuk melumpuhkan sistem radar dan pemantau pesawat.

Pertanyaan sekarang adalah; apakah mungkin orang sekelas Osama Bin Laden sanggup memenuhi syarat-syarat itu? Apa lagi hasil investigasi juga menyebutkan, pelakunya haruslah orang orang-orang yang memiliki akses luar biasa ke sistem komando, komunikasi dan kontrol sistem militer. Dan itu lebih mengarah ke CIA atau MOSSAD[4].

Michael Ruppert, seorang pakar intelijen Amerika, tatkala mengomentari rangkaian kisah di balik “Tragedi 11 September 2001”, mengaku tidak habis pikir mengapa aksi kamikaze menggunakan pesawat bajakan itu bisa terjadi. Bayangkan, dalam negeri yang memiliki radar dan sistem keamanan mutakhir dan dikenal di dunia sebagai yang terbaik itu, terjadi pembajakan 3 pesawat (satu pesawat lagi dikabarkan menabrak gedung Pentagon) komersial dalam waktu yang hampir bersamaan, dan semuanya menuju kepada target sangat spesifik.[5]

Akhirnya beredar isu serangan atas Afghanistan yang bertujuan untuk memburu Osama Bin Laden. Amerika disinyalir memakai standar ganda di negeri para mullah ini. Kekayaan minyak yang mengendap di perut bumi Afghanistan menjadi tujuan utama Amerika. Seorang peneliti besar di Amerika, Wayne Madsen[6] mengungkapkan bahwa di balik peristiwa 911 itu, Amerika telah merencanakan proyek yang sangat besar, yaitu mengambil alih minyak yang ada di Afghanistan dengan cara politik maupun perang.

Skenario di Afghanistan rupanya dibawa Amerika ke Irak dengan aplikasi yang berbeda tentunya. Jika isu yang dikembangkan untuk menyerang Afghanistan adalah terorisme, maka di Irak ditambah embel-embel kepemilikan senjata pemusnah massal.

Kisahnya bermula pada tahun 1980’an, ketika Irak bergabung dengan sejumlah negara yang memiliki program bom yang berasal dari Amerika. Inisitaif ‘Atom for Peace’ sempat dilontarkan oleh presiden Eisenhower. Atom untuk perdamaian dirancan untuk menjual teknologi nuklir Amerika sebagai generator listrik dan untuk tujuan damai lainnya, namun, pada prakteknya justru keluar jalur. Peter R. Lavoy, ahli perkembangbiakan senjata Amerika mengungkapkan, “Beberapa negara justru mengalihkan nuklir itu untuk tujuan militer”, dan salah satu negara yang termasuk adalah Irak.

Usai perang Teluk 1991, Irak menghentikan program nuklirnya yang langsung diinspeksi oleh tim inversitigasi yang di pimpin oleh Charles A. Duelfer, sebuah tim dari CIA AS. Dia menyimpulkan bahwa Sadam Hussein telah menghancurkan senjata kimia dan biologisnya. Tapi, katanya dalam laporan setebal 918 halaman itu, “Sadam ingin menciptakan kembali kemampuan itu yang pada dasarnya sudah hancur pada 1991 setelah sanksi dilepas dan ekonomi Irak stabil”.[7]

Duelfer mengatakan kemampuan Irak untuk mengembangkan senjata-senjata itu sudah sangat melemah dan kemungkinannya sangat kecil untuk mengembangkan kembali senjata kima dan biologis tersebut.

Tetapi, mengapa Amerika masih saja melotot untuk menyerang Irak dengan alasan adanya nuklir di Irak? Alasanya hanya sederhana, yaitu untuk mengambil alih organisasi minyak yang ada di Irak, seperti halnya di Afghanistan.

Setelah perang dan senjata tidak juga di temukan, AS mengirim tim investigasi bernama “Iraq Survei Group (ISG)”, untuk menemukan senjata pemusnah massal, tapi hasilnya tetap nihil, bahkan banyak dari 1400 personel CIA yang turut membantu ISG tersebut, mendapatkan hidayah dan masuk ke dalam agama Islam.

Peristiwa 11 Semptember 2001 dan peperangan di Irak merupakan “sandiwara klasik” yang kerap dilakukan oleh AS. Peristiwa serangan ke Afghanistan dan Irak memiliki pola yang sama, yaitu menyebarkan isu, menginvasi lalu membentuk pemerintahan baru yang aspiratif terhadap kepentingan-kepentingan Amerika.

Cukuplah kiranya bagi kita sejarah kelam Amerika menjadi bukti bahwa tiada negara yang membahayakan, dan teroris tinggi, melainkan Amerika dan sekutunya. Dan, ingatlah bahwa orang yang masuk Islam itu berlandasan kebenaran, dan yang memasuki agama lain adalah karena harta, wanita dan jabatan saja. Semoga Allah membalas amal jelek mereka, dan membalas amal baik “mujahidin” yang telah berjihad di jalan Allah melawan musuh-musuh Allah.

Wallahu a’lamu bissowab

 
  Fetro's Personal Website
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  Selamat Datang!

My Web Has Been Moved to:

www.fetro.tk
and
www.fetrian.tk

Thanks..
  Info from Fetro
Minal Aidzin wal Faidzin, Selamat hari Raya Idul Fitri 1430 H

This website was created for free with Own-Free-Website.com. Would you also like to have your own website?
Sign up for free