|
|
|
|
|
 |
|
|
 |
Mungkin ini yang dinamakan kehidupan. Beberapa hari setelah saya pergi darinya, saya mengetahui segalanya mengapa hubungan saya dengannya dapat retak begitu saja. Dan yang paling aneh adalah, justru yang memberitahukan itu kepadaku adalah teman dekatnya dia sendiri. Saya hampir tidak percaya apa yang telah saya alami. Namun, itu kenyataannya.
Hari Jum’at yang cerah
Angin pagi menyelimuti kota Malang, yang serasa tiada berhentinya menghembuskan udara dingin. Air embun dapat dilihat dari mana-mana, khususnya dari tempat rumah yang saya tinggali. Pagi itu, seperti biasanya, saya melakukan aktivitas mandiri, mulai dari sarapan, persiapan sekolah dll. Pagipun berjalan dengan mulus, tiada yang sangat menonjol di pagi hari yang cerah itu. Begitu juga ketika bel istirahat berdering, sayapun bergegas menuju ke perpustakaan dDedea banyak teman sudah pada nunggu untuk persiapan debat bahasa Inggris yang akan Dilaksanakan besok. "Andre, saya kelihatannya nggak bisa ikut besok, karena kelas 3 lagi mau ulangan harian", kata John, ketua OSIS di sekolahku itu. "Nggak apa-apa koq, karena masi ada 3 orang lagi yang berangkat. Jadi saya rasa cukup", begitu kata saya. Bel masukpun berdering kembali. Namun, beberapa saat setelah kita masuk, saya dipanggil oleh guru bahasa Inggris saya di kantor. "Andre, ntar siang kamu ke UNIBRAW ya, tolong kamu daftarkan untuk peserta lomba itu", kata guru saya yang sering sibuk itu. "Katanya John kemarin pak guru udah sign in?", tanya ku lagi. "Belum, saya belum sempat, karena kemarin hujan. Tetapi sudah saya telpon. Jadi, kamu tinggal berangkat saja. Nanti masalah izin ketika pramuka saya yang naggung." "Kalau begitu nanti saya berangkat dengan Sam pak", jawabku. "itu terserah kamu. Ini uangnya, ntar minta bonnya ya. Karena pak guru belum sempat minta uang ke TU, ini pakai uang saya dulu."
Siang habis makanpun kami bergegas berangkat ke UNIBRAW, yang tempatnya di kota. Naik angkot berwarna putih pun kami berangkat ke UNIBRAW. "Sai, kamu tau tempatnya nggak?", tanyaku kepada Sam, yang sering disebut dengan Sai. "Taulah, masa sudah 2 tahun di Malang nggak tau tempatnya!", jawabnya lagi. Memang sich, saya itu orangnya jarang keluar, paling kalau ada tugas baru saya keluar. Dan lagi, saya kurang gaul dengan orang-orang di luar, karena, saya baru belajar bahasa Indonesia tahun yang lalu, ketika saya pindah dari Belanda ke Indonesia. "Ntar juga nyampai", jawab Sam.
Ketika kita sampai di tempat, kitapun bertanya ke petugas keamanan bahwa kita ingin mendaftarkan diri untuk mengikuti lomba debat itu. Kitapun dibawa ke kantor bahasa dimana sudah ada beberapa orang yang juga ingin mendaftarkan diri untuk mengikuti lomba-lomba yang diadakan oleh universitas ini. Dan ternyata, mereka semuanya cewek.
Sehabis kita mendaftarkan diri, kitapun bergegas untuk kembali ke rumah untuk bersitirahat. Hari ini merupakan hari yang mencapaikan diriku.
Sabtu yang mengingatkan aku
Hari sabtunya, sesuai jadwal, kita akan berlomba di UNIBRAW. Dari pagi kita(Boy, saya dan Bryan) sudah di panggil oleh kepala Sekolah untuk mempersiapkan diri, karena judul atau temanya baru kita dapatkan kemarin. Itupun kita sudah terlambat untuk mengikuti technical meetingnya. Latihan terkahirpun kami lakukan di General Study Room. Setelah itu, kamipun kembali ke rumah untuk mempersiapkan barang-barang yang akan kita bawa. Beberapa saat kemudian kita berangkat menggunakan mobil umum dan langsung menuju kelas yang sudah di persiapkan sedemikian rupa untuk debat tersebut. Dan sesuai jadwal kami mendapat giliran jam 10, dan lawan kita adalah SMA 5 Kota Malang. Dan, yang membikin kita gemetar adalah, mereka semuanya cewek!! Itu membuat kita semakin gemetar saja. Sudah persiapan kurang, mereka semua cewek lagi!! Waktupun berlaju dengan cepat. Tidak kita rasakan kita sudah dalam kompetisi tersebut. Judulnya juga keren, "Valentine". Gugup, takut kalau kalah, itu yang mempusingkan kepala kita masing-masing. Nggak nyangka mereka semuanya cewek.
Perkenalan Pertama Dengannya
Tidak terasa kita sudah di luar kelas untuk menantikan pemenangnya, yang akan berlomba ke babak selanjutnya. Pada waktu itulah saya memberanikan diri untuk berkenalan dengannya, karena tidak sengaja dia duduk di sebelahku. Kitapun bercakap-cakap mengenai sekolah kita masing-masing. Namun percakapanpun tidak lama, karena setelah ada pengumuman bahwa kita kalah, kitapun harus kembali ke rumah setelah hampir lebih dari setengah hari berlomba di UNIBRAW itu.
Malam Sastra Sekaligus Penutupan Lomba Debat Bahasa
Hari sabtu minggu berikutnya, pagi-pagi kami telah di panggil kembali oleh Kepala Sekolah untuk menerima surat undangan dari UNIBRAW untuk mengikuti acara Malam Sastra sekaligus penutupan lomba-lomba bahasa yang diselenggarakan di UNIBRAW. Yang mendapatkan amanah untuk ke UNIBRAW ternyata saya dan Boy. Tidak tanggung-tanggung, kitapun berangkat pada malam harinya setelah melaksanakan shalat maghrib menggunakan kendaraan umum. Sesampai disana, kamipun menuju ke aula yang akan digunakan untuk acara tersebut. Ternyata, kamipun sudah terlambat beberapa menit, karena tempat duduknya sudah penuh semua. Namun, itu tidak mengganggu kita. Kitapun duduk di sebelah jendela untuk mengikuti acara tersebut. Namun, beberapa saat kemudian, kita melihat ada beberapa tempat duduk yang di sediakan oleh panitia, karena banyak undangan yang belum mendapatkan tempat duduk. Sayapun bergegas dengan Boy untuk mencari tempat duduk, kitapun mendapatkan tempat duduk, dan di sebelah saya ternyata masih ada
satu tempat duduk lagi yang kosong. Namun beberapa saat kemudian, datanglah beberapa cewek memasuki ruangan, dan yang membikin saya terkesan adalah seseorang yang saya kenal, tapi entah dDedea saya ketemu dengannya. Saya masih ingat sekali, dia menggunakan blus merah, kerudung, dan amboi, begitu cantiknya dia!!
Ya Allah, andaikan dia milikku, niscaya saya akan sangat mensyukuri hal itu, Ya Allah!!
Dan, yang membikinku lebih bergemetar adalah, dia duduk di sampingku!! Beberapa saat kemudian……,
"Hei, I know you", katanya.
"You do??", tanyaku lagi.
"Masa lupa sich, yang kemarin ketemu di UNIBRAW ketika lomba!!", jawabnya lagi.
Ya Allah, ternyata dia itu yang kemarin ada di UNIBRAW, namun, alangkah cantiknya dia hari ini Yaa Allah.
"Astaghfirullah, betul juga ya. Selamat ya atas menangnya kemarin", balasku sambil terheran-heran.
"Terimakasih. Kalian tadi datang dengan apa?", tanya lagi.
Lalu, Boy menjawab, "dengan angkot. Eh nama kamu kemarin siapa ya? Saya lupa".
"Nama saya Cintasarasati, kamu bisa manggil saya Cinta. Kamu berdua namanya siapa?", tanyanya lagi.
"Nama saya Andrerian, kamu bisa manggil saya Andre, kalau ini namanya Boy, teman sekelas saya".
Setelah itu kita menobrol tentang banyak hal, termasuk dia memperkenalkan teman-temannya yang ternyata salah satunya adalah ketua OSIS di sekolahnya. Waktupun berlalu dengan cepat, tidak terasa sudah jam 11 malam lebih, dan acara sudah hamper selesai. Maka, saya dan Boy memutuskan untuk mengantarkannya mencari Angkot merah jurusan Selabintana. Tidak lama kemudian, Alhamdulillah, datanglah satu angkot merah yang berhenti tidak jauh dari UNIBRAW. Kamipun mengantarkannya sampai masuk ke Angkot. Beberapa saat kemudian, dia bilang
"Andre, call me ok!",
"Isya Allah" jawabku lagi.
Malam itu terasa sangat hangat kedatangan cewek pakai blus merah dan pakai jilbab yang cantik itu. Meskipun udara Malang sangat dingin, terasa sangat hangat. "I think I’m fallen in love", kataku kepada Boy.
"Cintaa, kata Andre dia mencintaimu!!", jerit Boy begitu keras.
"Diam kamu, saya ngomong serius malah kamu yang jerit-jerit, tau sudah malam, masih saja jerit-jerit!", balasku lagi.
Ayat-Ayat Cinta
Beberapa minggu kemudian merupakan hai-hai persahabatan kita. Saya hamper setiap hari sms dia. Malah, saya bisa seminggu 3x nelpon ke rumahnya. Begitu awal percintaan kami. Tetapi, pada hari-hari itu saya ingin mengetahui sikapnya terlebih dahulu sebelum terlalu terjerumus dalam dunia cinta dengannya. Maka, saya sering sekali sms dengan teman-temannya untuk mengetahui sikap kepribadiannya, dan salah satu temannya adalah Siti. Dia juga begitu akrab denganku. Dia adalah orang yang juga sangat pengaruh di masa-masa saya sangat sulit dengan Cinta. Beberapa minggu kemudian, saya memutuskan untuk ketemu dengan Cinta untuk membahas buku Ayat-Ayat Cinta karangan Habiburrahman. Saya pertama janjian pengen ketemu di Selabintana, namun ternyata di cancel karena dia nggak setuju. Akhirnya kita sepakat untuk ketemuan di Lapangan Merdeka di kota. Pagi-pagi, hari minggu, saya berangkat dengan Boy ke kota. Sampai di kota ternyata dia sudah menunggu dari tadi. Dan mulailah kita membicarakan tentang buku itu, namun entah kenapa, kitapun mengalihkan percakapan kita tentang buku itu ke masalah pribadi. Dia memperkenalkan secara lebih dalam dirinya dan begitupun saya. Boy memilih untuk keliling Lapangan itu. Begitu juga temannya Cinta. Setelah beberapa lama, ternyata waktu asar sudah berkumandang, dan sayapun berpamitan untuk kembali ke rumah, karena di rumah sudah ada tamu menunggu kedatanganku. Diapun kembali pulang ke rumahnya.
"I Love You Cinta!"
Beberapa hari kemudian merupakan hari-hari yang paling indah untuk kita berdua. Saya sudah memberanikan diri untuk bertanya kepada Cinta apa dia sudah punya pacar, dan Alhamdulillah dia bilang belum. Maka, pada suatu malam di bulan Maret sayapun bilang bahwa saya mencintainya.
"Cinta, I think you have to say it first", kataku.’
"No, you first", jawabnya lagi.
"Ok, ehm, by saying the basmalah, Cinta, I love you. Would you please be my girlfriend?" tanyaku. "I love you to Dre, and I want to be your girlfriend", balasnya.
Yaa Allah, terimakasih yaa Allah, belum genap 2 bulan saya mengenalnya sekarang dia sudah milikku.
Bulan-bulan kemudian merupakan bulan-bulan yang sangat menyenangkan bagiku, dia merupakan sosok yang begitu solehah di mataku, dan dia merupakan orang yang tercantik yang pernah kulihat.
Ku bersyukur kepada-Mu yaa Allah, dan saya bangga menjadi miliknya dan saya bangga mempunyainya.
Beberapa bulan kemudian saya perkenalkan orangtuaku kepadanya dan begitupula dia memperkenalkan orangtuanya kepadaku. Dia memperkenalkan orangtuanya via telpon, kalau aku langung ketemu dengan oranguaku.
Hari-Hari Paling Sulit
Menjelang akhir kelas dua kamipun jarang ketemu. Walhasil kita kadang marahan, namun saya menganggapnya biasa di kehidupan cinta kami. Namun, beberpa minggu terkahir, rasanya dia enggan bilang I love you honey, yang biasanya dia sangat senang bilang kata-kata kayak begitu. Maka, saya rasa ada sesuatu di balik kisah cintaku ini. Setelah beberapa minggu, sayapun bertanya kepadanya apakah dia masih mencintaiku atau tidak, namun dia beralasan bahwa karena kita jarang ketemu, maka dia semakin tidak mencintaiku. Akupun memutuskan untuk meninggalkannya, karena kehendak kita berdua demi nama baik kita. Sayapun menelponnya, tepatnya di Vila Bukit Tidar Malang. Sayapun berterus terang, kalau umpamanya kita sudah tidak dapat melanjutkan hubungan kita, maka, saya akan memutuskan dia, dengan cara baik-baik tentu saja. Diapun setuju, dan mulai hari itulah saya memutuskan dia dariku.
Yaa Allah, begitu berat rasanya ditinggalkan seseorang yang pernah saya cintai. Namun, saya lebih mencintai-Mu yaa Allah.
Angin serasa begitu dingin malam ini. Serasa terjadinya gempa, serasa terjadinya mala petaka. Namun, saya kukuhkan hati saya, bagaDedeapun juga, saya tetap harus memegang teguh atas keputusan saya sendiri.
The Fact of Cinta
Beberapa bulan setelah itu saya menjalankan kehidupan saya tanpa dia. Serasa kehidupan saya berubah total. Teman-teman saya semakin akrab dengan saya karena mereka tau, bahwa hati saya sedang hancur berantakan. Dan, Alhamdulillah, saya masih ada Siti, sahabat saya, yang masih dapat member saya arahan ke jalan yang lebih baik.
Alhamdulillah yaa Allah saya masih diberi seorang sahabat seperti Siti
.
"Andre, pokoknya kamu harus bikin FS, ada sesuatu yang harus engkau ketahui tentang Cinta".
Namun karena saya belum begitu sembuh diapun memakluminya. Namun, beberapa hari kemudian, dia memaksakan lagi. Dan, setelah saya desak, baru dia pengen bilang sesuatu tentang Cinta kepada saya.
"Andre, sebenarnya saya dah pengen bilang sesuatu kepadamu dari dulu, tapi saya nggak tega dengan kamu Andre. Tapi, sekarang terpaksa mau bilang dengan kamu, karena saya nggak mau melihat kebahagiaan seseorang diatas penderitaan teman saya sendiri. Andre, kamu harus tabah. Ini adalah cobaan Andre. Sebenarnya Cinta itu sudah membohongi kamu. Beberapa bulan terkahir dia menjalin hubungan dengan kakak kelas kamu. Mungkin kamu nggak harus kaget, karena itu faktanya. Namanya Dede kelas IPA dulu, alumni SMA 3 sekarang. Tapi Andre, Cinta itu tak akan pernah meninggalkanmu begitu saja, karena keluarga Cinta itu Andre, kalau kamu mau tahu, itu lebih memilih kamu dari pada Dede. Adiknya saja, sangat ngefans dengan kamu. Dia bilang, ‘kakak gitu sich, a’ Andrero di tinggalin. A’ Andrero untuk didik saja’. Tapi, ibunya yang bilang ‘itu terserah Cinta’. Tapi Andre, bagaimanapun kamu harus tabah Andre. Saya juga pernah mengalami hal seperti kamu gini. Asal kamu tahu Andre, cewek kayak saya dan Cinta itu lebih memilih anak-anak yang soleh seperti anak SMA 3. Kita malas kalau di suruh pacaran dengan anak smanda atau gitu. Tetapi, kalau Cinta, dia itu juga punya keinginan punya cowok yang agak berbeda atau yang agak nekat sedikit. Seperti Dede, kalau saja Dede nggak mengajaknya untuk menikah, dia Insya Allah ada di tangan kamu Andre. Karena Dede bilang, nanti kalau dia sudah selesai kuliah, dia akan mengajak Cinta untuk menikah. Andre kamu harus sabar Andre, saya sebetulnya sudah menghianati Cinta, tapi, saya ggak ingin melihat kamu mencintaiya lagi Andre. Dia telah menghianatimu."
Begitulah kira-kira kata-kata yang saya terima ketika saya menelponnya. Dan hati saya semakin hancur saja mendengarkan kata-kata itu tadi, tapi saya bersukur, saya dah memutuskan dia, meskipun hati saya masih menyayanginya.
Balasan Untuk Kamu Cinta
Hari-hari berikutnya merupakan hari-hari yang begitu susah bagiku. Sudah sakit, masih di timpa sakit hati lagi. Namun, saya sangat bersyukur mempunyai sahabat yang ingin berterus terang dengan saya. Saya sangat menghargainya sebagai penyelamatku. Pada suatu hari dia sms saya, ‘Andre, Cinta dah nggak sama Dede lagi. Dia mensiasiakan dirinya, kata Cinta. Karena Dede nggak pernah menelponnya lagi atau sms. Cinta sedang sakit hati sama seperti kamu Andre’. Membaca sms itu, saya langsung menarik nafas.
Ya Allah, apakah ini merupakan balasan atas perbuatannya kepada diriku?
Namun, bagaimanapun juga, itu merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi diri saya sendiri. Dan kata-kata Siti yang selalu terbenam di hatiku adalah: "Andre, janganlah engkau terlalu membanggakan seorang wanita. Karena, pada saat kamu menginginkan lebih, kau akan sakit hati. Ingat itu Dre". Semoga cerpen ini dapat bermanfaat bagi kita semua, amiin..
|
|
 |
| |
 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|