Amerika telah menyerang Afghanistan, lalu menyerang Irak, Negara manakah berikutnya?
Sejak awal amerika sering menggunakan seluruh kekuatannya demi kepentingan dalam negeri mereka. Namun mereka tidak memikirkan nasib Negara-negara yang mereka jajah. Ekonomi merupakan tujuan utama mereka, tanpa memperdulikan hak asasi manusia.
Dari tahun 1945 sampai dengan akhir abad ke-20, Amerika telah melakukan usaha-usaha untuk menggulingkan pemerintahan-pemerintahan yang mereka anggap tidak sesuai dengan kepetingan Negara mereka. Usaha-usaha terus berlanjut sampai sekarang ini. Mereka hanya menipu Negara-negara internasional hanya untuk dapat persetujuan atau izin untuk menyerang sebuah Negara yang mereka anggap musuh. Meskipun begitu, Amerika tidak pernah mendapatkan izin dari PBB untuk dapat menyerang Negara-negara tidak bersalah itu. Namun, faktanya adalah bahwa, justru Amerika menyerang mereka secara illegal.
Jutaan umat tak bersalah menjadi korban, korban jiwa dan raga. Jutaan tidak mempunyai rumah, karena serangan-serangan maut melancarkan agresinya ke rumah-rumah sipil yang tak bersalah. Jutaan lainnya harus menginap di rumahsakit di bawah tenda, karena mereka korban fisik. Jutaan lainnya hidup dalam keputus asaan dan penderitaan.
Bush menginginkan perang di Irak karena uang, tentu saja dari minyak. Dari hasil penelitian bahwa Negara-negara Arab memiliki sumber daya alam yang melimpah, yang tak dapat dihitung jumlahnya. Maka tak heran jika Amerika menjalin hubungan kerjasama dengan Saudi Arabia, yang merupakan Negara yang mengandung terbesar di dunia. Maka, tak heran pula jika Amerika menginginkan Irak dan Iran, karena Irak merupakan Negara yang mempunyai minyak terbesar kedua setelah Saudi Arabia.
Namun begitu, Bush tetap melancarkan serangan ke Negara Irak karena Amerika tidak ingin menjalin kerjasama dengan Amerika, justru Irak (pada waktu kejayaan Sadam Husein), memboikot uang Amerika (US$) dan meminta kepada PBB untuk membayar seluruh transaksi mereka menggunakan Euro.
Amerika tak lama berpikir dan langsung menuduh bahwa Irak mempunyai senjata pemusnah masal yang konon sampai sekarang tak terbukti. Mereka juga menuduh bahwa Irak di bawah pimpinan Sadam Husein telah membunuh ribuan orang tak bersalah, namun semestinya mereka harus bercermin diri, berapa puluh ribu atau berapa juta manusia yang telah meninggal akibat olah tangan Amerika? Namun, mengapa PBB tetap saja tidak dapat meakukan apapun terhadap penghianatan dan kerusakan Amerika? PBB merupakan organisasi terbesar dunia. Namun begitu, mengapa PBB tetap saja tidak dapat melaksanakan amanatnya, yaitu mengontrol perdamaian yang ada? Apakah ini dinakaman penjajahan?
Presiden Bush dan George W. Bush, dan sekutunya dapat di kategorikan sebagai pengrusak bumi ini, sebagai dajjal yang diturunkan Allah. Kedua-duanya dapat dikategorikan sebagai manusia pengikut Crassus atau Hitler. Kedua-duanya merupakan ancaman terbesar Negara-negara Islam di abad ini.
Umat Islam seharusnya sadar bahwa mereka lagi dijajah oleh sekutu, bukan terus mendukung mereka. Amerika menyebarkan fitnah di dunia tentang Islam. Mulai dari peristiwa 30 September, sampai pembunuhan secara masal yang tidak pernah diungkapkan kepada masyarakat. Pantaskah kita diam saja, sedangkan Amerika dan sekutunya lagi menyerang kita?
Peristiwa 9/11 itu mempunyai banyak keganjilan-keganjilan yang sampai sekarang masih di pertanyakan. Diantaranya adalah:
-
AS menuduh Afghanistan, karena di yakini yang menjadi pilot kedua pesawat adalah orang kebangsaan Arab bernama Adnan Bukhari dan Ameer Abbas, yang merupakan kakak beradik. Namun pada kenyataannya, Ameer sudah dinyatakan tewas dalam kecelakaan pesawat 1 tahun sebelum peristiwa tersebut, dan Adnan berada di Florida ketika kejadian tersebut terjadi. Dan hasil dari penelitian FBI dan CIA, ternyata yang menjadi pilot salah satu pesawat tersebut adalah Timothy Mc Veigh, seorang mantan tentara AS.
-
Gedung Pentagon yang diyakini di tabrak pesawat pula, ternyata tiada serpihan pesawat sedikitpun. Mereka yakin kalau pesawat tersebut hancur karena bom. Tetapi, secara logika, pasti black box pesawat tersebut seharusnya di temukan, namun pada kenyataannya black box pesawat tersebut sampai detik ini belom di kabarkan di temukan, padahal kejadian itu sudah 6 tahun silam. Dan, saksi matapun mempercayai bahwa tiada pesawat satupun yang menabrak gedung Pentagon tersebut.
-
Menurut Naom Chomsky:
Bahwa as serakah dalam beberapa hal, termasuk masalah ekonomi. Mereka melakukan kejahatan besar untuk mencapai kepentingan mereka dalam ekonomi.
-
William Blunts : dr 1945 sampai dengan akhir abad ke 20 AS sudah melakukan usaha-usaha untuk menggulingkan lebih dari 45 pemerintahan negara lain.
Dan dampaknya adalah: jutaan orang tak bersalah terbunuh dan mengakibatkan jutaan lainnya hidup dalam keputusasaan dan penderitaan.
-
Berdasar statistik itu juga terlihat bahwa peristiwa WTC telah melambungkan aksi kekerasan terhadap Muslim di AS. Sebelum tragedi WTC, kasus bermotif kebencian terhadap Islam terjadi kurang dari 50 kali dalam setahun. Begitu WTC runtuh yang kemudian disusul kampanye melawan teroris, kasus kriminal bermotif kebencian terhadap Islam melonjak hingga tiga kali lipat. Setiap tahun bisa menjacapai hampir 200 kasus.
-
Tanpa tragedi WTC, Bush dan kelompoknya bakal kesulitan untuk menduduki Irak yang penuh minyak itu. Gwyne menyebut kelompok Bush ini sebagai Bush, Cheney (wakil presiden AS), Rumsfeld (menteri pertahanan AS), Wolfowitz (presiden Bank Dunia) & Co. Mereka kemudian memanfaatkan isu WTC untuk meyakinkan publik AS bahwa penjajahan terhadap Afghanistan dan Irak memiliki dasar yang kuat.
-
Lolosnya 19 pembajak untuk bisa mengendalikan pesawat-pesawat yang menabrak WTC dan salah satu sisi Pentagon juga patut dipertanyakan. Bukankah AS telah memiliki standar pengamanan dan teknologi pengintaian yang sangat canggih? Yang penting juga dipertanyakan adalah mengapa Pemerintah AS dipercaya menjalankan konspirasi itu?